Skip to main content
Kode Kursus
AC102
Kursus Dimulai
Jan 04, 2018
Kursus Berakhir
Jan 28, 2018
Estimasi Waktu Belajar
1 jam/minggu
Harga
Free

Tentang Mitra

PT. Agung Concern merupakan perusahaan profesional swasta yang berfokus di bidang jasa transportasi. Unit-unit bisnis Grup Agung Concern mengakomodasi kebutuhan dalam penyediaan sarana transportasi beragam segmen. Dengan pemberdayaan sumber daya manusia yang efisien dan analisis pasar yang tajam, Agung Concern mampu memenuhi kebutuhan pasar akan sarana transportasi rumah tangga, industri, dan korporasi.

Berdiri sejak tahun 1972, layanan Agung Concern kini menjangkau berbagai wilayah di Indonesia. Jaringan Agung Car Trans, unit bisnis Agung Concern di bidang pengiriman dan pengangkutan kendaraan, kini meliputi Pulau Sumatera, Jawa, dan Bali.

Tentang Kursus

Dalam pemenuhan kebutuhan manusia di masa datang, pembangunan harus dilaksanakan secara harmonis terhadap ketiga aspek, yaitu ekonomi, sosial, dan lingkungan atau yang dikenal sebagai triple bottom line. Terlebih, pada tahun 2050 bumi diprediksi akan menampung 9 miliar manusia, sementara biokapasitas bumi diestimasi hanya mampu menampung 4.7 miliar manusia. Bumi, satu-satunya tempat hidup manusia selama ini, tengah menuai dampak dari aktivitas manusia, sehingga tidak akan dapat menyediakan akses yang sama bagi generasi mendatang.

Beberapa jenis flora dan fauna terancam musnah. Dan yang paling ditakutkan, udara, air, dan tanah yang baik tidak lagi dapat dinikmati seluruh makhluk hidup. Untuk mencegah bencana kehidupan tersebut, para cerdik cendikia menggaungkan konsep pembangunan berkelanjutan. Dalam konsep tersebut manusia perlu mengorganisasi aktivitasnya agar tidak berdampak negatif terhadap alam. Pembangunan sering diartikulasikan sebagai aktivitas mengubah tatanan alam, yang dapat berakibat bencana, baik bencana kemanusiaan seperti area kumuh padat penduduk, maupun bencana alam seperti tanah longsor dan banjir akibat defisit area serapan air.

Topik Kursus

  • Minggu 1

    Mengapa, Makna, Ciri-ciri dan Proses Pembangunan Berkelanjutan

  • Minggu 2

    Segi Ekonomi, Sosial dan Lingkungan Pembangunan Berkelanjutan

  • Minggu 3

    Perkembangan Pembangunan Berkelanjutan

Profil Instruktur

Instructor

Prof. Dr. Emil Salim

Universitas Indonesia

Prof. Dr. Emil Salim merupakan begawan ekonomi dan lingkungan Indonesia. Beliau dianugerahi gelar profesor sejak tahun 1975 dan merupakan Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia. Beliau memperoleh gelar doktor di bidang ekonomi dari University of California, Berkeley, Amerika Serikat. Berbagai jabatan di level puncak lembaga kementerian pernah diemban beliau, termasuk sebagai Menteri Negara Penyempurnaan dan Pembersihan Aparatur Negara merangkap Wakil Kepala Bappenas (1971-1973), Menteri Perhubungan (Kabinet Pembangunan II, 1973-1978), Menteri Negara Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup (Kabinet Pembangunan III, 1978-1983) dan Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup (Kabinet Pembangunan IV dan Kabinet Pembangunan V, 1983-1993).

Kepakaran Prof. Dr. Emil Salim mendapat pengakuan dari dunia internasional. Prof. Dr. Emil Salim pernah duduk sebagai Anggota Dewan Penasehat Presiden Asian Development Bank dan anggota Asia Forum on Environment and Development. Beliau dianugerahi gelar Doktor Honoris Causa dari University Kebangsaan Malaysia dan Institut Teknologi Bandung.

Selain penghargaan akademis, Prof. Dr. Emil Salim merupakan penerima the Golden ARK (Commandeur) dari Belanda, Paul Getty Award dari Amerika Serikat, The Hamengkubuwono IX Award dari Universitas Gajah Mada, the Zayed Prize for Environmental Action Leading to Positive Change in Society, dan the Blue Planet Asahi Prize Award. Semasa menjabat di pemerintahan, banyak upaya perubahan yang diusung Prof. Dr. Emil Salim, di antaranya konsep penyusunan prioritas anggaran dan implementasi, pembangunan kapasitas, pendidikan para pemimpin tentang ekonomi, reformasi layanan masyarakat, serta inisiasi jalur komunikasi antar kementerian. Prof. Dr. Emil Salim berkontribusi besar dalam mengawal transisi sistem ekonomi terpusat, yang dibayangi kekuasaan militer, menjadi sistem ekonomi pasar yang lebih terbuka dan demokratis.

Enroll