Skip to main content

Culture and Nation Building AgungConcern

  1. Kode Kursus

    AC101
  2. Kursus Mulai

    Feb 14, 2017
  3. Waktu Belajar

    2 jam

Tentang Mitra

PT. Agung Concern merupakan perusahaan profesional swasta yang berfokus di bidang jasa transportasi. Unit-unit bisnis Grup Agung Concern mengakomodasi kebutuhan dalam penyediaan sarana transportasi beragam segmen. Dengan pemberdayaan sumber daya manusia yang efisien dan analisis pasar yang tajam, Agung Concern mampu memenuhi kebutuhan pasar akan sarana transportasi rumah tangga, industri, dan korporasi.

Berdiri sejak tahun 1972, layanan Agung Concern kini menjangkau berbagai wilayah di Indonesia. Jaringan Agung Car Trans, unit bisnis Agung Concern di bidang pengiriman dan pengangkutan kendaraan, kini meliputi Pulau Sumatera, Jawa, dan Bali.

Tentang Kursus

Apa yang disebut dengan budaya? Dalam sejarahnya, bangsa ini pernah memiliki institusi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Apakah tepat menyandingkan keduanya? Sementara budaya lazim diasosiasikan sebagai naungan seni, seolah perkembangannya menjadi tanggung jawab seniman semata.

Budaya memiliki ragam pengertian. Di dalam budaya, terkandung dua nilai. Yang pertama seni, sedangkan yang kedua adalah ilmu pengetahuan. Selain perkara estetika, budaya juga lekat dengan pembentukan intelektual moral. Proses tersebut terjadi dalam pendidikan, yaitu upaya berkelanjutan menggali, mengenali, dan menerapkan nilai-nilai yang diakui kegunaannya bagi diri sendiri maupun orang lain.

Pengakuan atas suatu nilai dalam pendidikan terjadi sebagai hasil dialektika ilmu pengetahuan. Maka dalam pendidikan berbudaya yang berhasil, komunitas-komunitas ilmiah akan bersemi semarak dan kemudian membentuk peradaban. Budayalah yang membedakan manusia dengan spesies lain di bumi.

Topik Kursus

  • Minggu 1: Pengertian Budaya
  • Minggu 2: Pendidikan
  • Minggu 3: Ilmu Pengetahuan
  • Minggu 4: Pembangunan Nasional
  • Minggu 5: Peradaban

Profil Instruktur

Course Staff Image #1

Dr. Daoed Joesoef


Dr. Daoed Joesoef merupakan salah satu tokoh pembaruan pemikiran ekonomi Indonesia. Beliau pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada tahun 1978 hingga 1983. Beliau memperoleh gelar doktor, yaitu Doctorat de l`Universite untuk ilmu hubungan internasional dan keuangan internasional dan Doctorat d`Etat untuk ilmu ekonomi di Universite Pluri-disciplinaire de Paris I, Pantheon-Sorbonne pada tahun 1972. Beliau memperoleh gelar sarjana dari Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia dan pernah mengajar di almamaternya tersebut.

Banyak tokoh menyebut beliau sebagai One of Nation's Shining Intellectuals. Pemikirannya orisinal dan tak terbendung. Bahkan ada yang menyebutnya sebagai negarawan yang jujur seperti mendiang proklamator Dr. Muhammad Hatta, yang kebetulan tokoh yang sangat dikaguminya. Semasa menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, ia menerbitkan kebijakan kontroversial Normalisasi Kehidupan Kampus/ Badan Koordinasi Kemahasiswaan atau yang dikenal dengan NKK/BKK. Menurut beliau, kampus selayaknya menjadi pusat pengembangan semangat ilmiah, tempat forum-forum diskusi ilmiah semarak. Beliau membayangkan aglomerasi intelektual sebagaimana the Royal Society di Inggris. Sebab menurutnya sejarah membuktikan bahwa bangsa yang maju ialah bangsa yang memiliki komunitas ilmiah unggul.

Kebijakan NKK/BKK mendapat penolakan sengit dari para aktivis mahasiswa yang ketika itu berupaya menggulingkan Soeharto. Sementara Daoed Joesoef berpendapat selihai-lihai para mahasiswa dalam politik, mereka hanya akan menjadi alat mobilisasi massa bagi pihak-pihak yang berambisi untuk berkuasa.

Pemikiran Daoed Joesoef di bidang ekonomi juga distinctive di antara para koleganya. Bagi Daoed Joesoef - L’homme de Culture atau Man of Culture - pembangunan ekonomi hanya berparameter plus value of thing, bukan plus value of man. Adalah penting dalam pembangunan untuk mengikutsertakan warga lokal, berpartisipasi aktif, dan mengedukasi mereka yang belum mampu memberikan aspirasi. Pembangunan seharusnya memanusiakan warga, bertujuan menciptakan plus value of man, memungkinkan mereka to be more.

Menginjak usia ke-91, Daoed Joesoef masih aktif menulis. Ia tengah merampungkan sebuah buku. Buku-buku yang sudah menjadi buah karyanya antara lain “Emak”, “Teman Duduk”, “Dia dan Aku”, “Studi Strategi”, dan “Borobudur”. Di kala senggang, Daoed Joesoef juga secara serius melukis dan membuat sketsa.

Enroll