Skip to main content
profile-partner-cover

Agung Concern

PT Agung Concern merupakan perusahaan profesional swasta yang berfokus di bidang jasa transportasi. Unit-unit bisnis Grup Agung Concern mengakomodasi kebutuhan dalam penyediaan sarana transportasi beragam segmen. Dengan pemberdayaan sumber daya manusia yang efisien dan analisis pasar yang tajam, Agung Concern mampu memenuhi kebutuhan pasar akan sarana transportasi rumah tangga, industri, dan korporasi. Berdiri sejak tahun 1972, layanan Agung Concern kini menjangkau berbagai wilayah di Indonesia. Jaringan Agung Car Trans, unit bisnis Agung Concern di bidang pengiriman dan pengangkutan kendaraan, kini meliputi Pulau Sumatera, Jawa, dan Bali.

http://www.agungconcern.co.id/

  • daoed-joesoef-photo

    Dr. Daoed Joesoef

    Dr. Daoed Joesoef merupakan salah satu tokoh pembaruan pemikiran ekonomi Indonesia. Beliau pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada tahun 1978 hingga 1983. Beliau memperoleh gelar doktor, yaitu Doctorat de l`Universite untuk ilmu hubungan internasional dan keuangan internasional dan Doctorat d`Etat untuk ilmu ekonomi di Universite Pluri-disciplinaire de Paris I, Pantheon-Sorbonne pada tahun 1972. Beliau memperoleh gelar sarjana dari Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia dan pernah mengajar di almamaternya tersebut.

    Banyak tokoh menyebut beliau sebagai One of Nation's Shining Intellectuals. Pemikirannya orisinal dan tak terbendung. Bahkan ada yang menyebutnya sebagai negarawan yang jujur seperti mendiang proklamator Dr. Muhammad Hatta, yang kebetulan tokoh yang sangat dikaguminya. Semasa menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, ia menerbitkan kebijakan kontroversial Normalisasi Kehidupan Kampus/ Badan Koordinasi Kemahasiswaan atau yang dikenal dengan NKK/BKK. Menurut beliau, kampus selayaknya menjadi pusat pengembangan semangat ilmiah, tempat forum-forum diskusi ilmiah semarak. Beliau membayangkan aglomerasi intelektual sebagaimana the Royal Society di Inggris. Sebab menurutnya sejarah membuktikan bahwa bangsa yang maju ialah bangsa yang memiliki komunitas ilmiah unggul.

    Kebijakan NKK/BKK mendapat penolakan sengit dari para aktivis mahasiswa yang ketika itu berupaya menggulingkan Soeharto. Sementara Daoed Joesoef berpendapat selihai-lihai para mahasiswa dalam politik, mereka hanya akan menjadi alat mobilisasi massa bagi pihak-pihak yang berambisi untuk berkuasa.

    Pemikiran Daoed Joesoef di bidang ekonomi juga distinctive di antara para koleganya. Bagi Daoed Joesoef - L’homme de Culture atau Man of Culture - pembangunan ekonomi hanya berparameter plus value of thing, bukan plus value of man. Adalah penting dalam pembangunan untuk mengikutsertakan warga lokal, berpartisipasi aktif, dan mengedukasi mereka yang belum mampu memberikan aspirasi. Pembangunan seharusnya memanusiakan warga, bertujuan menciptakan plus value of man, memungkinkan mereka to be more.

    Menginjak usia ke-91, Daoed Joesoef masih aktif menulis. Ia tengah merampungkan sebuah buku. Buku-buku yang sudah menjadi buah karyanya antara lain “Emak”, “Teman Duduk”, “Dia dan Aku”, “Studi Strategi”, dan “Borobudur”. Di kala senggang, Daoed Joesoef juga secara serius melukis dan membuat sketsa.

  • emil-salim-photo

    Prof. Dr. Emil Salim

    Prof. Dr. Emil Salim merupakan begawan ekonomi dan lingkungan Indonesia. Beliau dianugerahi gelar profesor sejak tahun 1975 dan merupakan Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia. Beliau memperoleh gelar doktor di bidang ekonomi dari University of California, Berkeley, Amerika Serikat.

    Berbagai jabatan di level puncak lembaga kementerian pernah diemban beliau, termasuk sebagai Menteri Negara Penyempurnaan dan Pembersihan Aparatur Negara merangkap Wakil Kepala Bappenas (1971-1973), Menteri Perhubungan (Kabinet Pembangunan II, 1973-1978), Menteri Negara Urusan Kependudukan dan Lingkungan Hidup (Kabinet Pembangunan III, 1978-1983) dan Menteri Negara Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup (Kabinet Pembangunan IV dan Kabinet Pembangunan V, 1983-1993).

    Kepakaran Emil Salim mendapat pengakuan dari dunia internasional. Emil Salim pernah duduk sebagai Anggota Dewan Penasehat Presiden Asian Development Bank dan anggota Asia Forum on Environment and Development. Beliau dianugerahi gelar Doktor Honoris Causa dari University Kebangsaan Malaysia dan Institut Teknologi Bandung. Selain penghargaan akademis, Emil Salim merupakan penerima the Golden ARK (Commandeur) dari Belanda, Paul Getty Award dari Amerika Serikat, The Hamengkubuwono IX Award dari Universitas Gajah Mada, the Zayed Prize for Environmental Action Leading to Positive Change in Society, dan the Blue Planet Asahi Prize Award.

    Semasa menjabat di pemerintahan, banyak upaya perubahan yang diusung Prof. Dr. Emil Salim, di antaranya konsep penyusunan prioritas anggaran dan implementasi, pembangunan kapasitas, pendidikan para pemimpin tentang ekonomi, reformasi layanan masyarakat, serta inisiasi jalur komunikasi antarkementerian. Emil Salim berkontribusi besar dalam mengawal transisi sistem ekonomi terpusat, yang dibayangi kekuasaan militer, menjadi sistem ekonomi pasar yang lebih terbuka dan demokratis.